Fred Christian Mambrasar: Chair of Free West Papua Campaign PNG Chapter Burried in Yako Village, Vanimo, PNG

West Papua Revolutionary Army (WPRA) troops buried the body of Commander Fred Christian Mambrasar, the Chairperson of Free West Papua Campaign (FWPC) PNG Chapter in Yako Village, Vanimo, Sandaun Province.

WPRA is the founder and one of the affiliate commands of West Papua Army (WPA) under the United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Provisional Government.

The body of Fred Mambrasar was supposed to be burried in Sorong, West Papua Province of Indonesia, however, due to Indonesian colonial government rule it was impossible, therefore, he was buried in Vanimo.

Yako was the first place Fred Mambrasar knew when he ran away from West Papua, being hunted by Indonesian military, and he finally resting at the same place.

๐—ž๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—บ๐—ฝ๐—ผ๐—ธ ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐˜ƒ๐—ถ๐—ฑ๐˜‚ ๐—ง๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ธ ๐—จ๐—Ÿ๐— ๐—ช๐—ฃ, ๐—œ๐—ป๐—ถ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ โ€œ๐—ช๐—ฒ๐˜€๐˜ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฝ๐˜‚๐—ฎ ๐—”๐—ฟ๐—บ๐˜†โ€ ๐—ž๐—ผ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ผ ๐—ง๐—ฃ๐—ก/๐—ข๐—ฃ๐—  (๐—ง๐—ฃ๐—ก.๐—ฃ๐—•)

๐๐Ž๐‘๐“ ๐๐”๐Œ๐๐€๐˜, โ€“โ€“ Pasca Keputusan Sidang III Komite Legislatif, diumumkannya Undang-Undang Dasar Sementara pada tanggal 20 Oktober 2020 di Camwolker – Port Numbay (Jayapura) – West Papua dan diputuskannya tentang Pemerintah Sementara West Papua (Provisional Government) oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang diumumkan pada tanggal dan 1 Desember 2020 setelah ditetapkan melalui Koferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa, telah muncul sikap penolakan dari beberapa individu kelompok meskipun mayoritas bangsa Papua telah menyatakan mendukung.

Sikap penolakan beberapa individu kelompok tersebut diantaranya sebut saja Sebby Sambom, Terianus Sato dan Jeffry Pagawak yang mengatasnamakan TPN-PB/OPM dan juga dari KNPB oleh Warius Wetipo (Warpo), serta Octovianus Mote mantan wakil ketua ULMWP yang diwawancarai IndoProgress.

Menyikapi sikap individu kelompok yang mengatasnamakan TPNPB/OPM tersebut, โ€œWest Papua Armyโ€ dari Komando TPN/OPM (TPN.PB) menyatakan bahwa โ€œkelompok tersebut hanya mengatasnamakan organisasi militer TPN/OPM (TPN.PB) tanpa mengkonfirmasi kepada komando di hutan, termasuk tanpa mengetahui Panglima Tinggi TPN/OPM, Gen. Goliath Tabuniโ€.

Dalam keterangan lisan yang diterima redaksi tabloid-wani.com, Gen. Goliath Tabuni sangat marah terhadap Sebby Sambom yang selalu mengatasnamakan TPN/OPM (TPN.PB) merusak nama baik organisasi militer. Dalam bahasa kiasan nya, Gen. Goliath menyebut Sebby Sambom diibaratkan seperti benalu yang merusak nama organisasi militer TPN/OPM (TPN.PB).

Hal tersebut diketahui setelah Kepala Departemen Pertahanan dan Keamanan ULMWP, Qebe Tabuni melakukan konfirmasi langsung kepada komando di hutan, termasuk Gen. Goliath Tabuni. Pernyataan sikap resmi TPN/OPM (TPN.PB) tertanggal 7 Desember 2020 diterima tabloid-wani.com, Senin (8/12/2020).

Pada prinsipnya, West Papua Army dari Komando TPN/OPM (TPN.PB) menyatakan mendukung Ketetapan yang diputuskan pada Sidang dan Konferensi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) belum lama ini, dan sikap yang dibuat oleh Sebby Sambom tersebut hanyalah sikap pribadi Sebby Sambom, bukan sikap TPN/OPM (TPN.PB).

Berikut ini adalah pernyataan sikap resmi TPN/OPM (TPN.PB) terhadap diumumkannya Pemerintah Sementara West Papua atau Provisional Governtment of the United Liberation Movement for West Papua oleh Presiden Sementara, Benny Wenda pada tanggal 1 Desember 2020.


Baca pernyataan lengkapnya di: (http://bit.ly/3nc0AtN)

WEST_PAPUA_ARMY #ULMWP
TPN_OPM #TPN_PB #NegaraRepublikWestPapua #Republic_of_WestPapua #FreeWestPapua #RepublicofWestPapua #ReferendumForWestPapua #LetWestPapuaVote

Armed rebel groups in Indonesia’s West Papua have reportedly united to form a new army under a single command.

A release from the office of the chairman of the United Liberation Movement for West Papua, Benny Wenda, says it’s the first time the three major factions have come under a single arm.

Under the This ‘Vanimo Border Declaration’, the Liberation Movement is taking political leadership of the new grouping, formed today and dubbed the West Papua Army.

Mr Wenda says they are ready to take over Papua and are calling for international and domestic support.

“We welcome any assistance in helping us achieve our liberation. Indonesia cannot stigmatise us as separatists or criminals any more, we are a legitimate unified military and political state-in-waiting,” he said in a statement.

The new force includes the West Papua Liberation Army, which is fighting a bloody war with state forces in Nduga regency.

Also joining the united front are the West Papuan National Army and the West Papua Revolutionary Army.

Source: https://www.rnz.co.nz/

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: