Gen. WPRA Amunggut Tabi: Semua Komando Wajib Bersatu di dalam WPA

Dari Markas Pusat Pertahanan, Kantor Sekretariat-Jenderal West Papua Army (WPA), Gen. Amunggut Tabi menyerukan kepada semua panglima Komando dan Komandan Gerilyawan Papua Merdeka dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN PB), Tentara Nasional Papua Barat (TNPB) dan Tentara Revolusi West Papua (TRWP) untuk bersatu-padu membangun organisasi dan profesionalisme West Papua Army (WAP) di bawah Komando Panglima WPA Chief General Mathias Wenda.

Sebagai lembaga profesional yang telah berdiri dan bergerak berpuluh-puluh tahun, jauh sebelum kelahiran organisasi politik United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Pemerintahan Sementara West Papua, maka kami menghimbau kepada semua Komando agar mempesatukan diri dan menyusub barisan.

Dalam militer kita hanya mengenal komunikasi satu arah, yaitu dari Panglima ke bawahan, tanpa pertanyaan, tanpa ragu-ragu, apalagi tidak ada bantahan. Karena pertanyaan dan bantahakan adalah periaku politisi dan politikus, yang tidak terdapat di dalam DNA militer di manapun di seluruh dunia.

Selain itu sejak pengangkatan Panglima Komando WPA tanggal 1 Mei 2021, maka siapa saja dan di mana saja kita berada, yang merasa diri Tentara yang berjuang untuk Papua Merdeka wajib menyatukan barusan, dan melakukan persiapan-persiapan untuk mengikuti dan tunduk kepada perintah serta Disiplin Militer West Papua Army.

Selaku penanggungjawab administrasi organisasi militer Papua Merdeka, kami serukan kepada semua panglima Komando TPN PB, TNWP dan TRWP untuk

  1. Mendata dan melaporkan semua Struktur Komando
  2. Mendata dan melaporkan daftar nama Pasukan, lengkap dengan pangkat dan Batallion Registry Number (BRN);

Mengingat dengan segera perlu dilakukan penyesuaian dalam rangka percepatan Pembentukan Badan Pertahanan dan Keamanan Pemerintahan Sementara West Papua, sebagai pelaksanaan mandat Undang-Undan Dasar (UUD) ULMWP 2020 yang telah ditindak-lanjuti dengan Instruksi Presiden Nomor 1/2021 tentang Percepatan Pembentukan Badan Pertahanan dan Keamanan.

Segala-sesuatu terkait dengan West Papua Army dapat dikomunikasikan ke Sekretariat-Jenderal WPA di army@westpapua.army

Dikeluarkan di: Markas Pusat Pertahanan
pada tanggal: 13 Mei 2021

Sekretaris-Jenderal,

Amunggut Tabi, Gen. WPA
BRN: A.DF 018676

๐—ž๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—บ๐—ฝ๐—ผ๐—ธ ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐˜ƒ๐—ถ๐—ฑ๐˜‚ ๐—ง๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ธ ๐—จ๐—Ÿ๐— ๐—ช๐—ฃ, ๐—œ๐—ป๐—ถ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ โ€œ๐—ช๐—ฒ๐˜€๐˜ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฝ๐˜‚๐—ฎ ๐—”๐—ฟ๐—บ๐˜†โ€ ๐—ž๐—ผ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ผ ๐—ง๐—ฃ๐—ก/๐—ข๐—ฃ๐—  (๐—ง๐—ฃ๐—ก.๐—ฃ๐—•)

๐๐Ž๐‘๐“ ๐๐”๐Œ๐๐€๐˜, โ€“โ€“ Pasca Keputusan Sidang III Komite Legislatif, diumumkannya Undang-Undang Dasar Sementara pada tanggal 20 Oktober 2020 di Camwolker – Port Numbay (Jayapura) – West Papua dan diputuskannya tentang Pemerintah Sementara West Papua (Provisional Government) oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang diumumkan pada tanggal dan 1 Desember 2020 setelah ditetapkan melalui Koferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa, telah muncul sikap penolakan dari beberapa individu kelompok meskipun mayoritas bangsa Papua telah menyatakan mendukung.

Sikap penolakan beberapa individu kelompok tersebut diantaranya sebut saja Sebby Sambom, Terianus Sato dan Jeffry Pagawak yang mengatasnamakan TPN-PB/OPM dan juga dari KNPB oleh Warius Wetipo (Warpo), serta Octovianus Mote mantan wakil ketua ULMWP yang diwawancarai IndoProgress.

Menyikapi sikap individu kelompok yang mengatasnamakan TPNPB/OPM tersebut, โ€œWest Papua Armyโ€ dari Komando TPN/OPM (TPN.PB) menyatakan bahwa โ€œkelompok tersebut hanya mengatasnamakan organisasi militer TPN/OPM (TPN.PB) tanpa mengkonfirmasi kepada komando di hutan, termasuk tanpa mengetahui Panglima Tinggi TPN/OPM, Gen. Goliath Tabuniโ€.

Dalam keterangan lisan yang diterima redaksi tabloid-wani.com, Gen. Goliath Tabuni sangat marah terhadap Sebby Sambom yang selalu mengatasnamakan TPN/OPM (TPN.PB) merusak nama baik organisasi militer. Dalam bahasa kiasan nya, Gen. Goliath menyebut Sebby Sambom diibaratkan seperti benalu yang merusak nama organisasi militer TPN/OPM (TPN.PB).

Hal tersebut diketahui setelah Kepala Departemen Pertahanan dan Keamanan ULMWP, Qebe Tabuni melakukan konfirmasi langsung kepada komando di hutan, termasuk Gen. Goliath Tabuni. Pernyataan sikap resmi TPN/OPM (TPN.PB) tertanggal 7 Desember 2020 diterima tabloid-wani.com, Senin (8/12/2020).

Pada prinsipnya, West Papua Army dari Komando TPN/OPM (TPN.PB) menyatakan mendukung Ketetapan yang diputuskan pada Sidang dan Konferensi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) belum lama ini, dan sikap yang dibuat oleh Sebby Sambom tersebut hanyalah sikap pribadi Sebby Sambom, bukan sikap TPN/OPM (TPN.PB).

Berikut ini adalah pernyataan sikap resmi TPN/OPM (TPN.PB) terhadap diumumkannya Pemerintah Sementara West Papua atau Provisional Governtment of the United Liberation Movement for West Papua oleh Presiden Sementara, Benny Wenda pada tanggal 1 Desember 2020.


Baca pernyataan lengkapnya di: (http://bit.ly/3nc0AtN)

WEST_PAPUA_ARMY #ULMWP
TPN_OPM #TPN_PB #NegaraRepublikWestPapua #Republic_of_WestPapua #FreeWestPapua #RepublicofWestPapua #ReferendumForWestPapua #LetWestPapuaVote

ULMWP dan WPA, OPM dan TPNPB: Siapa Penghianat?

Sekilas Catatan

Tiga faksi besar yang bergerilya di rimbah hutan sudah bersatu (TPN, TRWP, dan TNP) dengan sebutan nama” West Papua Army”.

ULMWP secara resmi diumumkan oleh Jubir Eksekutif ULMWP “Tn. Yakob Rumbiak”, di Port-villa Vanuatu tepatnya di Kantor Pusat ULMWP.

Pesan Tuan Ketua Eksekutif ULMWP (Tn. Beni Wenda), menyampaikan: ” persatuan military hari ini sangat penting utk lobi kita di kancah International, kalau ada yang bergerak di luar dari Komando West Papua Army maka ULMWP tidak akan bertanggung jawab.

Sekilas Historical

Hari bersejarah 1 Juli 1971 adalah:

  1. Nama kabinet yang diproklamasikan dengan sebutan nama “Pemerintahan Sementara Revolusi West Papua”.
  2. Alat tawarnya adalah TPN, sebagai sayap militer.
  3. Sebutan nama TPN-OPM dan TPNPB adalah salah dan keliru besar dalam perjuangan generasi sekarang.
  4. OPM dibentuk pada tahun 1949, dan puncaknya tahun 1965 di Arfaik-Manokwari.
  5. OPM mempunyai sayap militer adalah Pasukan Kasuari dan Pasukan Mambruk.

Tesisnya adalah

Semua sejarahwan telah memberikan mandat kepada ULMWP untuk mengakhiri perjuangan bangsa Papua.

Kalau tidak mengikuti arahan ULMWP, maka sesungguhnya adalah pengkhianat dan musuh rakyat bangsa West Papua.

Waa,waa,waa!!!.

Catatan Admin WPArmy.info

Menurut catatan kami, penghianat bangsa Papua ialah orang asli Papua (OAP)

  1. Yang pernah berjuang untuk Papua Merdeka tetapi kemudian menyerahkan diri kepada NKRI (Negara Kolonial Republik Indonesia)
  2. Yang tidak pernah berjuang untuk Papua Merdeka tetapi mendukung NKRI di Tanah Papua, seperti kelompok Merah-Putih.

Apakah keduanya harus dimusuhi dan dibasmikan?

Jawabannya tidak, sama sekali tidak! Yang harus dimusuhi ialah NKRI dan penduduknya, NKRI dan antek-anteknya yang merugikan bangsa Papua, merampas hak kebangsaan Orang Asli Papua.

State Seal - the Federal Republic of West Papua
State Seal – the Federal Republic of West Papua
State Seal - the Republic of West Papua
State Seal – the Republic of West Papua
1 Mai 2019, Deklarasi West Papua Army
1 Mai 2019, Deklarasi West Papua Army

Perusak Papua Merdeka versi Cijje Pace Tanah Arto

NKRI HARGA MATI NAMA-NAMA SEBAGI BERIKUT.

1.Victor Yeimo
2.Sebby sambom
3.Yefry pagawak
4.Leoni Tanggahma
5 Lewis Prai Wellip
6.Warius warpo wetipo
7.Ogram wanimbo
8.Cheva Anam,ALIAS AGUS MABEL

8 orang ini yang pembunuh rakyat bangsa west papua rakyat harus tau.

Kalian telah menghina, merendahkan, mengucilkan martabat Tuan. Benny Wenda lewat Media International, Nasional, lokal dan juga di facebook dll.

Pertanyaan hari ini.

  • Apakah Benny Wenda ada membalas serangan kalian?

Sy pikir tidak dan beliau orang lemah yang tidak mampu membalas kehebatan kalian untuk itu berhenti menyerang orang lemah seperti Benny Wenda.

Yang kalian harus lawan adalah Indonesia dan bukan Benny Wenda.
Nama nama yang sudah terjantumkan diatas hanya hitungan orang saja rakyat bangsa west papua jangan tangkapi mereka, mereka ini di fasilitasi oleh neles tebay maka mereka kerja sama dengan badan inteljen negara BIN. kolonial indonesia maka rakyat jangan tangkapi mereka.

BIN BAIS MURAHAN DI PAPUA.

GOLIATH TABUNI: TPN-PB Resmi Bergabung Dalam West Papua Army

West Papua Minggu 7 Juli 2019-8:30 WPB Gen, Goliaht Tabuni, Klarifikasi Kelaim Oknum Yang Mengatasnamakan TPN-PB.

Goliaht Tabuni,-Dalam KTT-ULMWP 2017 di Vanuatu, perwakilan militer West Papua yang hadir di sana adalah Sebby Sambom (TPNPB), Jefri Pagawak (OPM), Yona Wenda (TPNPB), Yalpi Yikwa (TRWP). Mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan politik. Dalam penyampaian pandangan politik, masing-masing memperkenalkan profile militer sembari mendesak kepada ULMWP untuk diakui.

Usulan atau rekomendasi mereka kepada ULMWP adalah memfasilitasi pertemuan Militer West Papua menuju Persatuan militer.

Rekomendasi itu diputuskan oleh pimpinan ULMWP dan merekomendasikan kepada Biro Pertahanan untuk mengkordinasikan semua markas pertahanan Biro Pertahanan ULMWP pun telah melakukan tugasnya untuk mengkoordinasikan kepada seluruh markas militer.

Semua markas telah menyatakan kesediaannya untuk siap menghadiri pertemuan seluruh militer yang difasilitasi atau dimediasi oleh ULMWP melalui Biro Pertahanan.

Wujud dari pada komitmen seluruh pertahanan itu, masing-masing markas telah mengutus dua-dua orang untuk menghadiri Pra Kongres Luar Biasa (Pra KLB).

Utusan masing-masing pertahanan inilah yang membentuk Panitia bersama, baik dari TPNPB, TRWP dan TNPB.

Panitia Penyelenggara bukan Biro Pertahanan ULMWP melainkan representasi dari TPNPB, TRWP dan TNPB.

Seusainya panitia mengeluarkan undangan KLB dan masing-masing Pertahanan mengirim peserta KLB disertai sumbangan untuk pelaksanaan KLB yang dibebankan Panitia.

Sejak Pra KLB hingga KLB-nya Panitia maupun Kepala Biro Pertahanan aktif membangun komunikasi dengan tn. Seby Sambom dan Jefri Pagawak Undangan pun sudah dikirim dan telah diterima oleh mereka.

Pertanyaannya mengapa mereka TIDAK HADIR? padahal merekalah yang mendesak kepada ULMWP untuk memfasilitasi pertemuan Militer.

Sekitar 500 an delegasi dari masing-masing Pertahanan yang hadir telah menyepakati dan memutuskan untuk bersatu dibawa nama West Papua Army atau Tentara West Papua.
Struktur komando tidak dileburkan atau disatukan Masing-masing struktur komando tetap ada tapi hanya membangun garis koordinasi dibawa ULMWP.

Demikian proses yang terjadi Mereka bukan membentuk struktur militer baru ULMWP tidak membentuk tentara baru Demikian sedikit penjelasan Semua ini terjadi karena pentingnya persatuan ULMWP sendiri, representasi dari semua organisasi Perjuangan yg berafiliasi dalam agenda maupun struktur Perjuangan Maka tidak bisa mengakui salah satu militer Langkah yang bisa ditempuh ULMWP demi mewujudkan persatuan militer sebagaimana proses yang berlangsung kemarin.

Sebelumnya, Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom mengatakan dia maupun TPNPB tidak terlibat dalam Kongres Luar Biasa I yang diselenggarakan oleh West Papua Army (WPA) seperti yang dikemukakan oleh Juru Bicara United Liberation Movement for West Papua, Jacob Rumbiak.

TPN-PB dan KNPB akan tunduk dibawah kontstitusi 61/71,tidak akan pernah keluar rill perjuangan

Sesuai Kongres Tentara Pembebasan Nasional Papua Baratย  (TPNPB) di biak ditetapkan bahwa Jendral GOLIATH TABUNI sebagai Panglima tertinggi TPNPB.

Minggu 7 Juli 2019-8:30 WPB Gen, Goliaht Tabuni, Menanggapi Terkait Pernyataan Sebby Sambom yang mengkelaim atas, klarifikasi Sewenang-wenang oknum dan kawan-kawa lainnya tentang penolakan west papua Army, yang bergabung dalam satu komando Militer West Papua Army, tidak kordinasi melalui lisan, maupun tulisan maka” saya secara pribadi Goliaht Tabuni, minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pejuang maupun, rakyat bangsa papua dimanapun berada tambahnya.

Senin 1 Juli 2019 – 13:52 WIB

Gerakan United Liberation for West Papua (ULMWP) atau Serikat Pembebasan Papua Barat yang selama ini dicap pemerintah Indonesia sebagai kelompok separatis telah membentuk tentara baru. Dengan pembentukan tentara baru ini, ULMWP menolak label separatis dan penjahat oleh pemerintah Indonesia.

Pemimpin ULMWP, Benny Wenda, mengatakan untuk pertama kalinya tiga faksi yang selama ini melawan militer Indonesia telah bersatu membentuk pasukan baru di bawah satu komando.

Tentara baru itu diberi nama “West Papua Army (Tentara Papua Barat)”. Tentara baru itu dibentuk di bawah “Deklarasi Perbatasan Vanimo”.

Benny Wenda mengatakan pihaknya siap mengambil alih Papua dan menyerukan dukungan internasional dan domestik.

“Kami menyambut bantuan apa pun dalam membantu kami mencapai pembebasan kami. Indonesia tidak bisa lagi menstigmatisasi kami sebagai separatis atau penjahat, kami adalah negara kesatuan militer dan politik yang sah dalam penantian,” katanya dalam sebuah pernyataan, yang dikutip RNZ, Senin (1/7/2019).

Tiga faksi yang bersatu menjadi “Tentara Papua Barat” ini adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)โ€”yang terlibat konflik berdarah dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Ndugaโ€”, Tentara Nasional Papua Barat dan Tentara Revolusi Papua Barat.

Sebelumnya, TPNPB blakblakan merekrut anak-anak remaja sebagai tentara untuk melawan militer Indonesia. Kelompok itu menyadari bahwa melibatkan anak-anak dalam konlik bersenjata adalah pelanggaran konvensi internasional, namun mereka mengklaim hal itu diperlukan dengan melihat perkembangan yang terjadi di Papua Barat.

Perekrutan anak-anak itu bahkan dipublikasikan sebagai bahan propaganda. TPNPB merilis foto yang menunjukkan anak-anak remaja mengenakan seragam ala militer dan menenteng senapan.

“Anak-anak ini secara otomatis menjadi pejuang dan penentang militer kolonial Indonesia,” kata Sebby Sambom, juru bicara TNPB.

Dia mengatakan sekitar selusin tentara anak berusia antara 15 dan 18 tahun saat ini berjuang untuk kelompoknya di berbagai daerah di Papua.

Sekian dan terima kasih atas perhatian, kiranya Allah Bangsa West Papua Memberkati kita semua AMIN.

SALAM PEMBEBASAN BANGSA PAPUA BARAT

TTD: WEST PAPUA ARMY, Gen, (Goliaht Tabuni)

Sumber: https://www.cenderawasih-pos.com/

Lewis Pray vs Erik Walela Re: TPNPB-OPM vs ULMWP

Lewis PraiErik Walela Argumentasi lainya adalah :

Pertanyaan pertanyaan mendasar yang penting untuk direnungkan oleh kita sekalian bahwa; siapa yang suruh Anda membuat militer militer baru TRWP dan TNPB?, Atas dasar konstitusi apa TRWP dan TNPB dibentuk?, dimana lapangan perang TRWP DAN TNPB?, mengapa sekarang TRWP dan TNPB mau bersatu lalu giring TPN menjadi West Papua Army?,
Ini permainan kolonialisme, untuk hancurkan kekuatan kebenaran sejarah perjuangan bangsa Papua didalam TPN?
Hal ini bagaikan ikan kecil dipakai umpan untuk memancing ikan besar demi kepentingan sang pelahap?

TRWP dan TNPB dibentuk untuk menghancurkan TPN atas nama persatuan dan mencoba membentuk West Papua Army yang Ilegal dan unconstitutional.

================

Sebby Sambon: Jenderal Goliat Tabuni Akan Menginstruksikan TPN-OPM Untuk Menembak Kelompok ULMWP

Vanimo- Gerakan United Liberation for West Papua (ULMWP) mengklaim Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) adalah salah satu dari tiga faksi yang bergabung menjadi Tentara West Papua. Namun, klaim itu dibantah TPNPB dan menganggap ULMWP yang dipimpin Benny Wenda sebagai penipu.

Juru bicara OPM Jeffery Bomanak menolak klaim ULMWP dan mendesak untuk mencabut pernyataannya yang dianggap salah dan curang, TPNPB adalah sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“(ULMWP) sekarang melakukan penipuan dengan berpura-pura bersatu dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua untuk mendapatkan pujian dan popularitas,”ungkap Jefry Bomanak saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Berbeda dengan Sebby Sambom, dirinya mengatakan dia maupun TPNPB tidak terlibat dalam Kongres Luar Biasa I yang diselenggarakan oleh West Papua Army (WPA) seperti yang dikemukakan oleh Juru Bicara United Liberation Movement for West Papua, Jacob Rumbiak.

Ini adalah konspirasi terselubung yang di mainkan oleh para eksekutif ULMWP benny wenda, dan mereka yang mengkalim dirinya sebagai TRWP/WPA.

Perjuangan ini bukan milik ULMWP yang dari suku walak-piramid. Berhenti deklarasi Organisasi diatas organisasi untuk mencari popularitas dan kapasitas, terangnya.

Saat ditanya apa tanggapan Goliat Tabuni selaku Jenderal Besar yang memimpin perjuangan Papua Merdeka melalui sayap militer yang sudah mengorbankan nyawa danhidup di hutan, Sebby mengatakan Jenderal Goliat Tabuni sudah mempersiapkan beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, salah satunya sambung Sebby yaitu mengancam ULMWP untuk mencabut pernyataannya, bila tidak Goliat Tabuni akan menginstruksikan kepada seluruh anggota TPNPB untuk mencari anggota ULMWP dan menembaknya.

Lebih lanjut kata Sebby Sambom, TPNPB maupun OPM tidak ada kaitannya sama sekali dengan WPA sehingga dengan tegas Tentara Pembebabasan Nasional TPN-OPM bukan bagian dari ULMWP.

โ€œULMWP harus berhenti menggunakan nama OPM untuk mendapatkan legitimasi politik di tingkat internasional kalau tidak maka akan berhadapan langsung dengan TPNPBโ€, tegas Sebby Sambom.

Source: Facebook.com

Bentuk Pasukan Baru, Separatis Sesumbar Bakal Ambil Alih Papua

JAKARTA – Tiga tentara pemberontak Papua Baray telah bergabung di bawah kendali gerakan kemerdekaan yang dipimpin oleh Benny Wenda. Mereka pun sesumbar mengatakan bahwa mereka sekarang siap untuk mengambil alih Papua.

Pernyataan itu dikeluarkan ketika pihak berwenang Indonesia tengah meningkatkan upaya dalam pencarian terhadap lima tentara dan sembilan awak dari helikopter cadangan militer yang hilang pada Jumat pekan lalu.

Papua Barat, yang berbatasan dengan Papua Nugini, telah berada di bawah kendali Indonesia sejak 1969 dan berada dalam cengkeraman konflik separatis yang telah berlangsung lama.

Kelompok-kelompok bersenjata ini pada bulan lalu bersatu di bawah komando Gerakan Pembebasan Bersatu untuk Papua Barat (ULMWP) – organisasi payung untuk tiga kelompok kemerdekaan.

Baca juga: Separatis Papua Bentuk Tentara Baru, Menolak Cap Penjahat oleh Indonesia
โ€œSecara politis dan militer kita bersatu sekarang. Masyarakat internasional sekarang dapat melihat tanpa ragu bahwa kita siap untuk mengambil alih negara kita,โ€ kata Wenda, ketua ULMWP.

โ€œIndonesia tidak dapat lagi menstigmatisasi kami sebagai separatis atau penjahat, kami adalah negara kesatuan militer dan politik yang sah yang sedang menunggu,โ€ imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (3/7/2019).

Kelompok-kelompok itu termasuk TPNPB, yang menyerang sebuah situs konstruksi pada bulan Desember lalu dan dilaporkan membunuh 17 orang.

Insiden itu memicu aksi militer di wilayah itu, merenggut puluhan nyawa di kedua sisi.

Tak lama setelah serangan itu, Wenda memberi tahu Guardian bahwa dia tidak bisa menghentikan TPNPB, tetapi menyerukan agar tenang.

Bobby Anderson, peneliti Papua dan mahasiswa doktoral di Sekolah Kebijakan Publik Universitas Chiang Mai, memperingatkan bahwa kelompok pemberontak sebelumnya mengumumkan penyatuan yang tidak ada artinya.

“Pernyataan komando bersatu ini mungkin hanya ULMWP yang mencoba mengambil momentum dari tindakan Nduga,” kata Anderson.

โ€œKami tidak akan tahu apakah itu nyata sampai kami melihat aksi bersenjata terkoordinasi baik di Nduga dan di luar, yang akan menunjukkan bahwa deklarasi ULMWP adalah kenyataan,” imbuhnya.

โ€œSaya pribadi punya keraguan. Faksi-faksi (separatis bersenjata) ini dipenuhi dengan ‘para jenderal’ yang cenderung tidak menerima perintah. Mereka beroperasi dalam perintah terbatas di area diskrit,โ€ imbuhnya.

Namun Anderson mengatakan memiliki kepemimpinan Wenda mungkin membuat perbedaan, dan perintah terpadu yang belum pernah terjadi sebelumnya dinilai akan meningkatkan pertumpahan darah.

“Dia berhasil menyatukan ULMWP dari perwakilan sipil dari kelompok-kelompok kemerdekaan Papua yang berbeda dan yang diadakan selama ini sangat mengesankan,” ucapnya.

Penyatuan itu menandai perkembangan baru lain dalam konflik yang telah berlangsung lama, hanya beberapa hari setelah terungkap bahwa anak-anak Papua Barat dilibatkan dalam pertempuran.

West Papua rebels unite to form new army

Armed rebel groups in Indonesiaโ€™s West Papua have reportedly united to form a new army under a single command.

A release from the office of the chairman of the United Liberation Movement for West Papua, Benny Wenda, says itโ€™s the first time the three major factions have come under a single arm.

Under the This โ€˜Vanimo Border Declarationโ€™, the Liberation Movement is taking political leadership of the new grouping, formed today and dubbed the West Papua Army.

Mr Wenda says they are ready to take over Papua and are calling for international and domestic support.

โ€œWe welcome any assistance in helping us achieve our liberation. Indonesia cannot stigmatise us as separatists or criminals any more, we are a legitimate unified military and political state-in-waiting,โ€

he said in a statement.

The new force includes the West Papua Liberation Army, which is fighting a bloody war with state forces in Nduga regency.

Also joining the united front are the West Papuan National Army and the West Papua Revolutionary Army.

Source: https://www.rnz.co.nz

Sayap militer Pembebasan West Papua bersatu dalam West Papua Army (WPA)

Jayapura, Jubi โ€“ Konflik dan perpecahan internal di antara Pejuang Gerilya maupun Pemimpin Komando Militer Papua Barat telah terjadi sejak lama. Hal ini dipandang sebagai persoalan utama yang merupakan salah satu hambatan dalam proses perjuangan pembebasan rakyat West

Selama bertahun-tahun itu pula proses rekonsiliasi dan konsolidasi Komando Militer Papua Barat dilakukan. Dalam catatan Jubi, sekitar 13 kali proses rekonsiliasi ini dilakukan, yakni :

  1. Pembentukan Pasukan Sukarelawan Papua (PVK), tahun 1961-1963, di Holandia, West Papua, sebagai Embrio Organisasi Sayap Militer West Papua.
  2. Deklarasi Batalion Kasuari, tanggal 19 April 1964, di Manokwari, Pegunungan Arfak. West Papua.
  3. Deklarasi TPN-OPM. Tanggal 01 Juli 1971, di Tanah Waris, West Papua.
  4. Pertemuan Para Pemimpin Faksi PMK dan Marvik antara Tuan Jacob Pray dan Tuan Zet Rumkorem yang difasilitasi oleh Pemerintah Republik Vanuatu, pada tahun 1985, di Port Fila.
  5. Kongres Tingkat Tinggi TPN.PB, 1998, di Markas Viktoria, Scotyau, Bewani, PNG.
  6. Kongres Tingkat Tinggi TPN.PB, 2004, Markas Besar, Merauke, West Papua.
  7. Kongres Tingkat Tinggi TPN. PB, 2005, di Ilaga West Papua.
  8. Deklarasi Dewan Militer TPN.PB, 2005, di Markas Viktoria, Scotyau, Bewani, PNG.
  9. Kongres Nasional TPN.PB, 2006, di Markas Border, PNG.
  10. Kongres Tingkat Tinggi TPN.PB, 2006, di Markas Tingginamburt, Puncak Jaya, WP.
  11. Kongres Tingkat Tinggi TPN.PB, 2007, di Markas Bring, Grimim Nawa, WP.
  12. Persatuan Sayab Militer West Papua, TRWP, 2012, di Markas Border, PNG.
  13. Kongres Tingkat Tinggi, TNPB, 2016, di Serui, West Papua.

Beberapa kali pula Kongres Militer West Papua telah dilakukan dalam rangkaian rekonsiliasi namun tak tercatat secara resmi.

โ€œBeberapa momentum rekonsiliasi dan konsolidasi internal komando militer tersebut diatas adalah sebuah dinamika adanya perbedaan pandangan atau pendapat tentang struktur kepemimpinan nasional dan strategi operasional komando militer secara umum,โ€ ungkap John Rumbiak, Juru Bicara United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) mengenai proses rekonsiliasi dan konsolidasi yang terjadi selama ini.

Menurut Rumbiak, proses ini telah tuntas sejak tiga tahun lalu, tepatnya setelah Deklarasi Saralana, tanggal 27 November โ€“ 03 Desember 2017 saat ULMWP melakukan Kongres Tingkat Tinggi (KTT) Pertama, yang dihadiri oleh Para Pemimpin dari semua Komponen Perjuangan Sipil, Diplomasi Politik dan Militer West papua untuk membahas dan memutuskan agenda kerja dan struktur kepemimpinan ULMWP, periode 2018 โ€“ 2020.

Dalam Forum KTT tersebut para pemimpin dari Komponen Militer Papua Barat yaitu Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN. PB), Tentara Revolusi West Papua (TRWP), Tentara Nasional Papua Barat (TNPB), mendapat kesempatan waktu untuk menyampaikan beberapa pandangan umum tentang perkembangan perjuangan di dalam negeri, salah satunya menyangkut perpecahan internal Komando Militer yang sedang terjadi.

โ€œDibutuhkan upaya persatuan kembali secara nasional,โ€ lanjut Rumbiak, mengenai kesimpulan dari pandangan umum tersebut.

Sesuai dengan pandangan politik dari militer tersebut maka, Forum KTT Pertama ULMWP, telah memutuskan untuk mengeluarkan Rekomendasi Tentang Rekonsiliasi dan Konsolidasi Internal Komando Militer Papua Barat, dan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Eksekutif ULMWP, yang saat itu baru terpilih (Beny Wenda).

Dikatakan oleh Rumbiak, sesuai dengan keputusan KTT Pertama ULMWP, tahun 2017, kemudian RAKER Eksekutif ULMWP Ke-I tentang struktur kerja eksekutif dan pelimpahan kewenangan kerja Biro Pertahanan dan Keamanan ULMWP, biro ini telah menyelesaikan program kerja prioritas yaitu Rekonsiliasi dan Konsolidasi Internal Militer Papua Barat secara Nasional (Sorong โ€“ Merauke) yang kemudian membentuk panitia Kongres Luar Biasa I West Papua Army (WPA). Anggota panitia ini merupakan perwakilan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Tentara Revolusi West Papua (TRWP) dan Tentara Nasional Papua Barat (TNPB).

Kongres Luar Biasa ini menghasilkan beberapa keputusan antara lain :

  1. Para Panglima Komando TPNPB, TRWP dan TNPB telah menyepakati, memutuskan dan menyatakan bersatu dalam agenda kerja perjuangan Bangsa West Papua
  2. Para Panglima Komando TPN.PB, TRWP, dan TNPB, telah menyepakati, memutuskan dan menyatakan bersatu dalam satu nama West Papua Army.
  3. Para Panglima Komando TPN.PB, TRWP, dan TNPB, menyepakati, memutuskan dan menyatakan bersatu dalam sat garis kordinasi komando West Papua Army dibawah ULMWP.
  4. Struktur Koordinasi Kerja Komando West Papua Army berbentuk Semi Negara.

โ€œHasil ini telah dilampirkan untuk diketahui oleh seluruh Komponen Perjuangan Rakyat West Papua, dan Masyarakat Internasional.  Sayap militer West Papua secara resmi dan sah telah menyatakan dukungan penuh kepada ULMWP selaku sayap politik diplomasi. Hal itu terbukti dalam legitimasi tanda tangan dari setiap Panglima Pemegang Komando Militer dari Sorong sampai Merauke,โ€

ujar Rumbiak.

Mengenai keputusan dalam KLB I WPA ini, ketua ULMWP, Benny Wenda mengatakan WPA telah menyatakan siap membela dan melindungi wilayah beserta masyarakat Sipil West Papua dari kejahatan Indonesia dan sekutunya.

โ€œWPA juga menolak dialog antara Jakarta dan West Papua dan mendukung proses perjuangan diplomasi yang di dorong oleh ULMWP,โ€ ujar Wenda.

WPA juga ikut menjaga perdamaian dunia dari ancaman teroris, perdagangan narkotika dan segala jenis perdagangan illegal dan siap melaksanakan Konvensi Den Haag, Kovensi Jenewa 1949 dan Hukum Humaniter Internasional serta hukum internasional lainya yang berlaku di masa perang dan keadaan damai.  (*)

Source: JUBI

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: