General WPRA Amunggut Tabi: Lukas Enembe Diracuni Mercury, WPA Menyatakan Perang

Dari Markas Pusat Pertahanan (MPP) Tentara Revolusioner West Papua (TRWP) sebagai salah satu Komando Pendiri West Papua Army (WPA) di bawah payung Pemerintahan Sementara West Papua, General WPRA Amunggut Tabi

MENYATAKAN PERANG

karena NKRI telah membunuh secara perlahan teman sesukunya, teman sejemaatnya, teman segenarasinya, teman se-angkatannya di sekolah SMP, SMA dan Perguruan Tinggi:

Lukas Enembe S.I.P, M.H.

dengan racun bernama

MERCURY

Dari laporan West Papua Intelligence Services (WPIS), Lukas Enembe diberikan racun ini dalam makanan dan minumannya berulang-kali, untuk menghabisi nyawanya.

Kata Tabi,

Dari wajahnya telah terpapar dengan jelas, Gubernur Lukas Enembe meminta kepada seluruh bangsa Papua untuk BANGKIT dan bertindak, karena telah terjadi peracunan seorang tokoh West Papua, gubernur Provinsi Papua yang selama ini berteriak keras dan lantang memperjaungkan hak bangsa Papua untuk menjadi tuan di atas tanah leluhurnya.

Dengan pernyataan “lari dengan ojek ke Vanimo karena tidak ada orang memperhatikan kesehatan saya” oleh Lukas enembe menunjukkan bahwa semua orang, semua pengawal, semua pegawai di kalangan Provinsi Papua menginginkan beliau mati.

Akan tetapi West Papua Army mengininkan beliau tetap hidup, dan oleh karena itu WPA akan mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan nyawa tokoh bangsa Papua belenggu NKRI.

Gen. Tabi melanjutnya,

Dari cara menjawab pertanyaan wartawan sangat jelas bagi semua orang, Gubernur Enembe terintimidasi dan terancam nyawanya.

Tergambar jelas, bahwa para wartawan yang bertanya kepadanya-pun bernada meneror dan merendahkan martabat seorang gubernur, simbol kekuasaan NKRI di Tanah Papua.

Melihat ini bangsa Papua harus bangkit, mempersiapkan diri untuk peperanangan secara massal, secara terbuka dan secara langsung.

Jangan takut! Kita diam, lama-lama mati juga! Kita berteriak, lama-lama dibunuh juga! Kita bersikap sopan, lama-lama diunuh juga! Kita menjadi polisi, lama-lama dibunuh juga! Kita menjadi Jenderal TNI-pun, lama-lama dibunuh juga! Apalagi kita menjadi Gubernur dan membela hak rakyat, berbicara lantang! Kita pasti dibunuh juga.

Jadi, karena kita manusia berakal budhi dan punya naluri manusiawi, kita sudah harus bersiap-siap untuk perang itu. Dan saat perang itu jadi, Tanah Papua tidak akan kelihatan Biru seperti birunya Partai Demokrat milik Lukas Enembe, tetapi ia akan menjadi Tanah Merah Papua, seperti merahnya darah Lukas Enembe.

General Tabi mengakhiri pernyataannya dengan mengatakan,

Indonesia sedang mengukur dalamnya air keterikatan dan dampak kematian Lukas Enembe terhadap Tanah Papua. Mereka pikir bahwa Jenderal TNI Herman Asaribab bisa dibunuh dan itu tidak menimbulkan gejolak. Jaap Salossa bisa diracuni dan itu tidak menyebabkan masalah. Jadi dengan meracuni Lukas Enembe juga tidak akan ada masalah. Tetapi mereka hendak mengukur goncangan racun itu di tanah Papua. Dan oleh karena itu saya nyatakan atas nama Moyang Bangsa Papua, atas nama segenap komunitas makhluk, atas nama tulang-belulang, dan atas nama anak-cucu yang akan datang, bahwa perang besar-besaran, terbuka dan berlarut-larut pasti akan terjadi di Tanah Papua bilamana Lukas Enembe berhasil di-mercuri-mati oleh NKRI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: